Emesis pada kehamilan dini

EmesisPada kehamilan dini, mual serta muntah sangat sering terjadi dan bahkan memiliki peranan fisiologis untuk mendorong ibu hamil makan lebih banyak (Huxley, 2000). Pada kehamilan tanpa mual, risiko terjadinya abortus spontan atau partus prematurus lebih tinggi (Beischer et al, 1997). Pendekatan nonfarmakologis pada masalah ini biasanya lebih disukai daripada penggunaan obat-obatan. Kerap kali ibu hamil akan merasakan manfaatnya jika kekhawatirannya ditenteramkan dengan penjelasan bahwa masalahnya itu jarang berlangsung lebih dari usia kehamilan 12 hingga 14 minggu. Mungkin ada gunanya untuk memberikan perhatian kepada hal-hal berikut ini.

  • Harus dipertimbangkan penyebab mual yang spesifik, misalnya pemberian tablet zat besi, infeksi saluran kemih, ansietas, kehamilan kembar atau mola hidatidosa.
  • Istirahat dan makan makanan sumber karbohidrat yang sederhana, seperti biskuit atau sereal, mungkin cukup efektif untuk mengatasi muntah.
  • Makan makanan sederhana (tanpa bumbu berlebihan) yang dilakukan sedikit tetapi sering dapat dianjurkan (Chamberlain, 1975). Hipoglikemia dapat memperburuk emesis sehingga tidak dianjurkan untuk melewati jam makan tanpa memakan makanan.
  • Distensi lambung akan berkurang jika konsumsi buah dan cairan tidak dilakukan bersamaan dengan makan makanan.
  • Kepada ibu hamil dianjurkan untuk menghindari: gerakan yang mendadak; makan yang terlambat pada malam harinya; memakan makanan yang bumbunya berlebihan, berlemak, berminyak atau kecut; menelan makanan tanpa mengunyahnya dengan baik sebelumnya (Rogers, 1995).
  • Pemberian pipermin (peppermint seperti yang terdapat dalam permen pedas) sesudah makan akan menimbulkan relaksasi esofagus bagian bawah dan mengurangi distensi lambung yang dapat meredakan gejala muala serta muntah. Akan tetapi, pipermin dapat memperburuk konstipasi atau menginduksi refluks esofagus (heartburn), khususnya jika pipermin digunakan sebelum berbaring.
  • Konsumsi teh herbal harus dibatasi karena pengaruhnya pada kehamilan masih belum jelas; sebagai contoh, teh tanaman fennel merupakan kontra indikasi pada kehamilan (lihat Rogers, 1995). Biskuit yang mengandung jahe dapat membantu mengurangi rasa mual.
  • Akupresur yang dilakukan sendiri ternyata dapat mengurangi rasa mual tetapi tidak bisa mengatasi muntah ketika dibandingkan dengan plasebo (Howden, 1995).

Pustaka
Farmakologi Kebidanan Oleh Sue Jordan

Pos ini dipublikasikan di Masa Kehamilan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s